Sunday, March 8, 2009

"In the end, bukannya kita semua jual diri?"

Penting nie....:
this is pretty flattering for me, but I just discovered that some people does spend their time to read my blog.... and I thank you for that. I really wouldnt think that you'd actually read some random thoughts of mine...so once again thank you.

and please remember, comments are welcomed.


Anywho... hari ini di washington dc, the weather is pleasant... nggak dingin dan lumayanlah buat jalan-jalan...

so.. there I was, meskipun badan sakit semua... tapi tetap memaksakan diri untuk keluar rumah... ke GIANT... hahah grocery shopping, meskipun nggak begitu ada yang dibutuhkan... but tentu aja, in the end... tetap menemukan tofu, cabbage, jeruk, yoghurt untuk dibeli... (nggak penting)

But anyway... i got to think about my life lately (hahahah sebelumnya sering sih... terlalu sering bahkan)... bentar lagi, aku bertambah tua... and honestly, this is the first time in my entire life, aku nggak keingetan soal ulang tahun-ku. Biasanya selalu heboh sendiri kalo bulan maret datang... but untuk tahun ini... kayaknya biasa aja ya... and I know why... cuz' I am getting OLD-er...

So... punya banyak waktu di tangan, tentu aku gunakan untuk refleksi... tentang hidupku. Selama 22 tahun hidup, kayaknya belum banyak yang dicapai... apa yang aku sangat inginkan belum tercapai... dan semoga di tahun ini, akan tercapai, amin.

Lalu, gimana umur 22 kemarin? Mmmm... pretty good, i guess. Lulus kuliah, bisa magang di tempat yang aku inginkan, bisa research di Atambua untuk thesis-ku dan sekarang alhamdullilah lagi practical training di washington DC. So, slowly... I got and I did what I always wanted to have or do... So umur 22, ROCKS deh! (Special Thanks untuk Mio Dio (My God Almighty)).

Terussss....? hidup udah... karir... on the making.

Nah sekarang, pertanyaan yang selalu ditanyakan orang-orang yang udah lama nggak ketemu... bisa dibilang, pertanyaan setelah, "apakabar?", "ngapain sekarang?"... apalagi kalo nggak, "sekarang sama siapa?"

Jawaban aku berbeda-beda, kalo lagi jalan sendiri, ya bilang sendiri; kalo sama temenku, ya bilang sama temen.

Hahahaha iya sih... bukan itu yang dimaksud... But biasalah sok misterius, boleh kan?!

Mungkin gara-gara ini juga ya, akhir akhir ini banyak banget temen-temen di sekeliling aku, yang mau mengenalkan aku ke temen-temen mereka.

"Maksudnya? ngenalin gimana?" tanya aku sama temenku dari Indo... yang katanya punya temen cowok yang potensi gitu deh buat aku.

"Ya, kenalan gitu chat. Siapa tau kan!" jawab temen aku online. Dan dibelakangnya ditambah WINK WINK

MMM... reaksi aku? mmmm... ya, bingung!

Dan yang lebih parah lagi, paling nggak ada 3-4 temenku yang mempunyai temen yang ingin mereka kenalkan ke aku.

Dan jawaban aku , masih sama: bingung. Pake bingung segala?

Okey, yang pertama: ceritanya tuh nggak pernah tentang chatrine dikenalkan ke... tapi yang ada selama ini, chatrine mengenalkan ke...

"Hello, aku itu tukang comblang! masak tukang comblang mau dicomblangin?!!!" -- teriak otak dan jiwaku.

Yang kedua: aneh aja gitu... maksudnya, biasanya kan kalo kenal sama orang juga naturally banget... Nggak pake, "dia minta hp kamu chat".

Ya sih emang, aku suka comblangin temen-temenku... tapi kan, emang aku punya terlalu banyak temen laki-laki yang nganggur (maaf teman-teman :P) dan kebetulan aja, punya temen-temen cewek yang kayaknya oke juga buat temen2ku tadi...

So this time is different donnggg.....

But ternyata... nggak hanya temen-temen aja, tentu aja nie mama aku sendiri juga ikut terlibat. Nah, kalo yang ini sih... bukan mencomblangin... tapi mensupport (atau lebih tepatnya memaksakan) aku buat mendekati temenku, yang kata mama "kayaknya dia bisa mengerti kamu... kalo kamu orangnya seenaknya sendiri dan masa bodoh."

Yang ini lebih aneh lagi, karena yang pertama... masak mamaku bilang kalo aku seenaknya sendiri? dan aku bisa membayangkan mamaku, suatu saat kalo ada cowok yang mau beliau kenalin, bilang gini sama cowoknya, "ini chatrine, dia anaknya suka seenaknya sendiri dan masa bodoh" (so helpful mama!)

nah, yang kedua... bukannya mamaku sendiri yang ngajarin... jadi cewek jangan agresif?! Hahaha dan jawaban mama untuk yang terakhir waktu aku komentar ini, adalah, "bukan agresif... tapi memberi umpan... dan orang kayak dia, tipenya emang harus dideketin"

OUW OUW OUW....! Perhatian: cewek nggak boleh agresif. Okey, mungkin, kalo untuk memberi umpan atau tipe cowoknya harus dideketin, mungkin boleh.


But anyway,

Sekarang baru tahu deh aku gimana rasanya masuk di dunia comblang mencomblang, dan jadi salah satu pemainnya.

Mmmm... jadi inget kata-kata Papa pas berbagi ilmu tentang pacaran,

"Bukannya, pada akhirnya itu kita semua ingin menjual 'dagangan' kita?"

2 comments:

Anonymous said...

hahahaa awal bc blog lw w lngsung senyam senyum. kata2 lw melukiskan lw banget yg "masa bodo,cuex abissss.."..really u chat..
harapan w moga bertambahx umur lw lw makin dewasa aj,,jgn terlalu cuex ap lg sama co but w yakin dalam menangani kasus co lw okay banget dengan setumpuk rayuan yang lw miliki...masak nyomblangin org bisa tp nyomlangn diri sendiri gagal..no way aj kan bwt lw...
terakhir kata dr w PY BLTHDAY prend..miss u very much..

Anonymous said...

o ya ada yg ketinggalan ntar w tunggu traktiran dr lw Di strbuck..tp dSmrg ad ga ya...
peace "vira"