Pengen banget cerita....!!!
Kalo ditanya hari ini, gimana kabarku? jawabannya...waaahh aku juga nggak tau...
So many things happened today... dari pagi hari yang sial karena memecahkan kaca punya orang laen dan yang satu lagi, menumpahkan persediaan pembersih muka yang emang udah aku simpan baek-baek (karena belum mampu membeli yang baru... abis mahal)
Yah karena aku lumayan supertitious.. jadi pas yang abis memecahkan kaca itu, otomatis aku langsung berdoa: semoga jangan sial. Jadi selama perjalanan ke kantor bener-bener yang liat kanan kiri, sangat cautious sekali, dan segala pikiran "jangan-jangan nanti..." bertaburan di sekeliling otak.
But alhamdullilah, sampai kantor dengan selamat. Nah abis itu, langsung cabut lagi buat ikutan forum ama Presiden Ramos Horta, president dari Timor Leste atau yang orang indo, mantan propinsi ke 27 kita.
Aku berangkat sama temanku dari kantor, Puri. Dan ada kejadian sebelum berangkat yang bener-bener membuat aku mikir, kesialan karena memecahkan kaca udah dimulai. (Nggak bisa dibagi disini tapi ceritanya) Okey well, anyway, berangkat tuh kami ke CSIS (Center Strategic International Studies) di daerah Farragout West gitulah...
CSIS tuh macam lembaga penelitian yang berkaitan dengan humanities, human rights and international current affairs... dan banyak banget diplomat atau orang-orang penting dunia yang jadi pembicara disitu... dan today, pak Ramos Horta yang jadi guest-nya.
Datang kita agak mepet, tapi tetap duduk depan... berharap dapat liat dan merekam speech dari pak presiden (biasa urusan kerjaan). Wah, aku yang emang dari dulu tertarik dengan masalh Timor Leste dan lepasnya dia dari Indo... bener-bener menunggu saat-saat ini...
Kalo orang laen pengen ketemu artis, aku malah pengen ketemu Ramos Horta. (And thank GOD, kesampaian.)--- iya, aku aneh.hahaha
Dan terus terang aja, tentang Ramos Horta, yang aku tau cuman dikit: dia salah satu orang Fretilin dan yang lumayan vokal membawa nama Indonesia ke pentas dunia sebagai "the invader" Timor Timur
So... datang ke CSIS, sebenarnya aku udah antisipasi nama Indonesia dijelek-jelekkan. Pas pertama liat Ramos Horta, agak biasa aja (meskipun dongkol dengan track record-nya yang menjelekkan nama Indonesia)
Belia memakai baju model Perdana Menter Nehru gitu, berwarna biru keabu-abuan. (bingung ngejelasinnya.. dan orang yang aku tau pake baju model begituan politisi pula)
Okey akhirnya dia berbicara selama lamaaaa banget (but he actually was quiet funny and candid jadi nggak buat bosen) dan tidak menyebut nama Indonesia. Hanya Australia, Portugis dan Malaysia yang disebut... oh bersama dengan Kuba dan Amerika Serikat...
Yaaa tentu aja, aku jadi tambah dongkol dong... (enak aja kita nggak disebut, padahal kita kan juga nolong Timor Leste banyak banget selama ini? hati kecil ini berteriak)
Dan tiba-tiba... INDONESIA... (YA, akhirnya Ramos Horta menyebutkan nama Indonesia!!!)
Dan bilang if America wants to help East Timor, it should help Indonesia... The U.S needs to lift their military sanction from Indonesia... and so on and so on.
Salah satu pengunjung disitu, aku denger bilang, "he saved best for last"
YA YA YA.. it was such a gesture buat hubungan Indonesia dan Timor Leste tentunya. But nggak hanya itu aja lho... aku dan Puri juga dapat kesempatan interview one on one dengan mr. President di kamar hotelnya...
So we did that... and yes, I could tell you this that... Ramos Horta is an eloquent politician. He definitely knows his way to win you with his chasm and words...
I dont know if all of his praises towards Indonesia was sincere... but all I know is that he knows how to make you believe on whatever he says, was real.
Wednesday, February 25, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment